BEBERAPA JENIS ALAT DAN METODE PENGERJAAN BOR PILE

BEBERAPA JENIS ALAT DAN METODE PENGERJAAN BOR PILE

1. Bore pile memanfaatkan mesin Mini Crane

Dengan mesin ini mampu dikerjakan pengeboran dengan pilihan diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm, 60cm. Adapun metode bore pile memanfaatkan proses bor basah (wet boring), sehingga dibutuhkan air yang lumayan sebagai kelancaran pelaksanaan pekerjaan pengeboran.

2. Bore pile Gawangan

Pada alat bor ini punya proses kerja yang mirip dengan bore pile mini crane. Hanya saja terkandung sedikit perbedaan pada desain sasis dan tiang tempat gearbox. Dan terhitung dibutuhkan tambang disisi kiri dan kanan untuk menjaga keseimbangan alat selama pengeboran.
3. Strauss Pile / Manual BoredAlat ini memanfaatkan tenaga manual yakni manusia untuk memutar mata bornya. Dan umumnya memanfaatkan metode bor kering (dry boring). Alat yang digunakan sederhana dan enteng dioperasikan dan juga ramah lingkungan sebab tidak mengakibatkan nada yang bising pas pengerjaan.
Bor tipe ini membawa pilihan diameter 20 cm, 25 cm, 30 cm, dan juga 40 cm. Dan umumnya digunakan diberbagai proyek seperti perumahan, pabrik, gudang, pagar dan lain-lain.

Beberapa alasan digunakannya pondasi bore pile dalam konstruksi: sejasaku.net/jasa-bore-pile-makassar

Bore pile tunggal mampu digunakan pada tiang kelompok atau pile cap
1. Bor mampu didirikan sebelum akan penyelesaian tahapan selanjutnya
2. Kedalaman tiang penyangga mampu divariasikan
3. Pondasi bore pile membawa ketahanan yang tinggi pada beban lateral
4. Permuka diatas dimana bore pile didirikan mampu diperiksa secara langsung

Bagi Anda atau orang awam yang belum mengerti mengenai proses bore pile, mohon liat penjelasan berikut:
1. Persiapan lokasiSebelum mengawali suatu pekerjaan, ada tahapan awal yang mesti diperhatikan, yakni persiapan. Persiapan yang dimaksud adalah pembersihan benda-benda atau puing-puing yang mampu menghalangi proses tahapan selanjutnya. Pembersihan dikerjakan memanfaatkan alat berat Excavator jika terkandung puing-puing lumayan besar dan susah untuk dipindahkan. Namun jika cuma terkandung lebih dari satu puing kecil di lokasi pengeboran, kami tidak mesti memanfaatkan alat berat tersebut. Karena perihal tersebut menjadi suatu pemborosan biaya.
2. Penentuan titik pondasi kami bakal mengukur dan menentukan posisi titik koordinat pengerjaan bore pile.
3. Setting mesin crane sebelum akan jalankan pengeboran, yang kami jalankan adalah menyeting/instalasi mesin crane untuk
mempercepat proses pengeboran.
4. Pengeboran dalam proses pengeboran ini, ada lebih dari satu macam pengerjaan. Yaitu metode bor basah & kering. Sebelum
melakukan bor basah, kami menyebabkan drainase dan kolam yang berfungsi sebagai penampungan air bercampur
lumpur hasil pengeboran. Proses pengeboran dikerjakan seiring dengan proses penghisapan lumpur hasil
bor. Oleh sebab itu air yang ditampung pada kolam mesti mampu memenuhi sirkulasi air yang diperlukan.
5. Pemasangan besi setelah pengeboran selesai, step selanjutnya adalah pemasangan tulangan besi yang sebelumnya udah dirakit
terlebih dahulu.
6. Pengecoran
Tahap terakhir yakni pengecoran pada lubang tulangan besi. Proses pengecoran dilapangan dilakukan
dengan Ready Mix Concrete. Pipa yang digunakan yakni pipa Tremi. Pengecoran dikerjakan dengan
mengandalkan style gravitasi bumi, posisi pipa tremi mesti berada pada pusat lubang bor, sehingga tidak
merusak tulangan besi.
Hal yang mesti diperhatikan adalah PENGECORAN dihentikan 0,5-1 mtr. diatas batas beton bersih. Supaya kualitasnya sangat terjamin (bebas dari lumpur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *